Semarak HUT RI ke-81 dan Sambut Maulid Nabi 1448 H, Remaja Masjid Ar-Risalah dan Forum Pemuda RW 01 Gelar Lomba Religi




BOGOR  SELATANSemarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan penyambutan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di wilayah RW 01 Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, diwarnai kegiatan bernuansa keagamaan.


Remaja Islam Masjid (RISMA) Ar-Risalah bersama Forum Pemuda RW 01 menggelar lomba religi bagi pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan tersebut dipusatkan di Posko Satgas KBDN dan berlangsung meriah dengan antusiasme peserta maupun masyarakat.


Sejumlah cabang perlombaan yang digelar meliputi lomba azan, da'i cilik, dan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-81, tetapi juga menjadi wadah bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan bakat serta kemampuan di bidang keagamaan.


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua RW 01 M. Hasan, Sekretaris DKM Masjid Ar-Risalah Rd. Hidayat A. Hadi, para ketua RT, Ketua Satgas KBDN, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat.



Dalam sambutannya, Ketua RW 01 M. Hasan mengapresiasi inisiatif para pemuda dan pengurus masjid yang telah menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda.

Kami sangat mendukung kegiatan positif ini. Mudah-mudahan melalui lomba ini dapat lahir generasi penerus yang memiliki kemampuan dan kepedulian dalam bidang keagamaan di lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Rd. Hidayat A. Hadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan semata, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pembinaan karakter dan mental anak-anak sejak usia dini.

Menurutnya, keberanian tampil di hadapan masyarakat, kemampuan membaca Al-Qur'an, mengumandangkan azan, maupun menyampaikan dakwah merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang percaya diri sekaligus memiliki landasan nilai-nilai keagamaan.

Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak berani tampil, belajar, dan terus mengembangkan kemampuan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ungkapnya

Lomba religi tersebut diikuti sekitar 40 peserta, yang berasal dari kalangan santri madrasah di wilayah RW 01 maupun masyarakat umum. Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap kegiatan keagamaan sekaligus menjadi gambaran adanya dukungan masyarakat terhadap pembinaan anak-anak di lingkungan.




Untuk menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri yang memiliki pengalaman di bidang masing-masing. Mereka terdiri atas Ustaz Yadi Kurniadi, guru madrasah; Rd. Hidayat A. Hadi, Sekretaris DKM Masjid Ar-Risalah; serta Sapta, alumni mahasiswa UIN.


Para peserta tampil penuh percaya diri di hadapan dewan juri dan masyarakat. Dalam cabang azan, peserta menunjukkan kemampuan melantunkan panggilan salat dengan suara dan penghayatan masing-masing. Sementara pada cabang da'i cilik, peserta menyampaikan materi dakwah dengan gaya khas anak-anak yang penuh semangat.


Adapun pada cabang MTQ, peserta diuji kemampuan membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan memperhatikan aspek tajwid, kelancaran, kefasihan, dan penghayatan.


Suasana kegiatan semakin semarak dengan kehadiran warga yang memberikan dukungan kepada para peserta. Orang tua, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga sekitar turut menyaksikan jalannya perlombaan dari awal hingga selesai.


Bagi masyarakat RW 01, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemuda, pengurus DKM, tokoh masyarakat, orang tua, dan generasi penerus.


Lebih dari sekadar memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan generasi muda agar tumbuh sebagai anak-anak yang religius, berakhlak, percaya diri, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.


Semangat kemerdekaan dan nilai-nilai keagamaan pun diharapkan dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, kegiatan kepemudaan dan keagamaan di tingkat lingkungan tidak hanya menghadirkan kemeriahan sesaat, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.

Reporter: Prabu /Hilmi

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama