BBRP DPC Kabupaten Bogor Perkuat Pelestarian Sejarah dan Budaya, Rd. Yans Sanjaya Dikukuhkan sebagai Penasehat




KABUPATEN BOGOR — Barisan Benteng Raya Padjajaran (BBRP) DPC Kabupaten Bogor terus memperkuat komitmennya dalam menjaga, mengenalkan, dan melestarikan sejarah serta budaya Sunda melalui program kerja “Napak Tilas Sejarah dan Budaya.”


Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 6 September 2026, bertempat di kediaman Rd. Yans Sanjaya atau Kakang Prabu Anom, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Kegiatan berlangsung mulai pukul 12.30 WIB hingga 20.00 WIB dan diikuti sekitar 50 anggota BBRP.


Program tersebut diikuti oleh perwakilan anggota dari tiga zona, yakni Zona Tamansari, Zona Ciomas, dan Zona Cigombong. Kegiatan menjadi momentum bagi para anggota untuk memperluas wawasan sekaligus mendalami sejarah, tradisi, dan warisan budaya yang berkaitan dengan perjalanan peradaban Sunda dan Pajajaran.


Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengenalan mengenai sejumlah pusaka dan peninggalan yang dikaitkan dengan Kerajaan Salakanagara. Selain itu, turut hadir para pemangku adat Pasundan serta budayawan, sehingga kegiatan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang bertukar pengetahuan mengenai sejarah dan budaya Sunda.


Rd. Yans Sanjaya, yang dikenal dengan sebutan Kakang Prabu Anom, merupakan sosok yang disebut sebagai keturunan dari Kerajaan Salakanagara. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut, terutama dalam memberikan wawasan kepada para peserta mengenai sejarah dan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Sekretaris DPC BBRP Kabupaten Bogor, Cecep Sofyan, S.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan “Napak Tilas Sejarah dan Budaya” merupakan salah satu bentuk nyata komitmen organisasi untuk tidak hanya bergerak dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga ikut mengambil peran dalam menjaga identitas dan warisan budaya daerah.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin anggota BBRP, khususnya di Kabupaten Bogor, lebih mengenal dan memahami sejarah serta budaya Pajajaran. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menambah wawasan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap warisan budaya,” ujar Cecep Sofyan.


Dalam kesempatan yang sama, jajaran DPC BBRP Kabupaten Bogor juga menyampaikan permohonan kepada Rd. Yans Sanjaya/Kakang Prabu Anom untuk bergabung sebagai Penasehat BBRP DPC Kabupaten Bogor.


Permohonan tersebut mendapat sambutan positif dan disetujui oleh Rd. Yans Sanjaya.Dengan demikian, Rd. Yans Sanjaya atau Kakang Prabu Anom kini menjadi bagian dari keluarga besar BBRP DPC Kabupaten Bogor sebagai Penasehat.


Cecep Sofyan menilai bergabungnya Rd. Yans Sanjaya sebagai Penasehat menjadi sebuah kehormatan sekaligus tambahan kekuatan bagi organisasi, khususnya dalam memperluas wawasan tentang sejarah, adat, dan kebudayaan Sunda.


“Kami dari DPC BBRP Kabupaten Bogor mengucapkan terima kasih atas kesediaan beliau untuk menjadi Penasehat. Mudah-mudahan dengan bergabungnya beliau, BBRP dapat semakin kuat dalam menjalankan program-program organisasi, khususnya yang berkaitan dengan sejarah, budaya, adat, dan kearifan lokal,” kata Cecep.


Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari tersebut ditutup dengan silaturahmi dan kebersamaan antara jajaran BBRP, pemangku adat, budayawan, serta para peserta.


Bagi BBRP DPC Kabupaten Bogor, Napak Tilas Sejarah dan Budaya” bukan sekadar kegiatan mengenang masa lalu, tetapi menjadi langkah untuk membangun kesadaran generasi saat ini agar lebih mengenal, menghargai, dan turut menjaga warisan sejarah serta budaya Sunda untuk generasi mendatang.


H. Muhdor yang mewakili Aji Mahendra, Ketua DPC BBRP Kabupaten Bogor, menyampaikan bahwa kegiatan napak tilas tersebut merupakan upaya untuk menelusuri kembali sejarah dan peninggalan para leluhur, khususnya jejak kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri di Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi sejumlah petilasan dan peninggalan sejarah, mulai dari Salaka Domas hingga Pajajaran serta beberapa kerajaan lainnya.


Menurutnya, napak tilas tersebut tidak hanya menjadi sarana mengenang sejarah dan perjuangan para karuhun, tetapi juga diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat mengenai sejarah kerajaan yang ada di Jawa Barat, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Bogor.


Reporter:TB/MS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama